AgriScan Logo
AgriScanLahan Luas & Pekarangan
Standar Operasional Prosedur (SOP) Lapangan & Agronomi

Panduan Praktis Lapangan & SOP Agronomi

Pedoman operasional lengkap bagi petani lahan sawah, pekarangan urban farming, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Memuat tata cara pengambilan sampel daun terstandar, dosis pemupukan 5 Tepat Kementan RI, jendela aplikasi semprot berbasis cuaca BMKG, dan matriks pertolongan pertama hama penyakit.

Coba Deteksi Daun
1

SOP Pengambilan Foto Daun (Standar Deteksi AI)

Akurasi diagnosis model komputer (MobileNetV2) sangat bergantung pada kualitas citra awal. Ikuti 4 langkah ini untuk memastikan hasil valid ≥ 80%.

1

Pilih Daun Gejala Aktif

Pilih daun yang baru mulai bergejala atau bercak sedang aktif berkembang. Hindari daun yang sudah kering kerontang atau gugur membusuk di tanah.

2

Pencahayaan Alami Merata

Ambil foto pada pagi hari (07.30–11.00 WIB) atau sore hari. Matikan lampu kilat (flash) agar tidak menimbulkan pantulan silau putih pada permukaan daun.

3

Jarak 15–20 cm & Fokus

Posisikan kamera berjarak 15–20 cm tegak lurus terhadap helai daun. Sentuh layar HP pada batas lesi bercak agar kamera mengunci fokus tajam.

4

Isolasi Latar Belakang

Letakkan telapak tangan atau alas polos di belakang daun sasaran agar kamera tidak terkecoh oleh dedaunan lain atau ranting di latar belakang.

PRAKTIK YANG DIANJURKAN (BENAR)
  • ✓Satu helai daun dominan memenuhi 70–80% frame foto.
  • ✓Bercak / lesi terlihat kontras dengan batas warna hijau daun sehat di sekitarnya.
  • ✓Cahaya terang baur (difusi), bayangan jari atau HP tidak menutupi bercak.
  • ✓Kamera stabil tanpa efek blur gerakan angin atau tangan gemetar.
PRAKTIK YANG HARUS DIHINDARI (SALAH)
  • ✗Foto seluruh pohon / rumpun dari jauh (>50 cm) sehingga lesi daun tidak terpetakan.
  • ✗Kamera buram / goyang karena angin sawah kencang saat tombol ditekan.
  • ✗Menghadap matahari langsung (backlight) sehingga daun tampak gelap siluet.
  • ✗Daun berlumpur atau basah kuyup sehabis hujan lebat yang mengaburkan pola bercak spora.

Panduan Membaca Tingkat Keyakinan (Confidence Score)

≥ 80% · Keyakinan Tinggi

Pola morfologi daun cocok kuat dengan pustaka patogen. Petani dapat langsung mengaplikasikan rekomendasi SOP agronomi dan bahan aktif semprot yang disarankan.

65% – 79% · Indikasi Awal

Gejala berada pada fase permulaan atau foto sedikit berpendar. Lakukan tindakan sanitasi manual, periksa daun lain di rumpun terdekat, dan pantau perkembangan 24 jam.

< 65% · Belum Konklusif

Citra kurang jelas atau lesi menyerupai penyakit ganda. Ambil foto ulang dengan pencahayaan lebih baik atau konsultasikan langsung dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

2

Panduan Pemupukan Berimbang 5 Tepat (5T Kementan RI)

Prinsip dasar efisiensi hara tanaman pangan dan hortikultura agar tanah tidak rusak dan biaya produksi hemat.

1. Tepat Jenis

Kenali Kebutuhan Hara

Urea: Nitrogen pembentuk daun & anakan.
SP-36: Fosfat penguat akar & bunga.
KCl: Kalium pengisi bulir & ketahanan penyakit.
Organik: Wajib untuk struktur tanah gembur.

2. Tepat Dosis

Ukur Sesuai Luas Riil

Gunakan fitur kalkulator sistem. Jangan berikan Urea berlebih karena tanaman menjadi sukulen (berair dan lunak), sehingga sangat disukai hama wereng dan jamur blas.

3. Tepat Waktu

Sesuai Fase Tumbuh

Dasar: 0–7 HST.
Susulan 1: 15–21 HST (vegetatif aktif).
Susulan 2: 35–45 HST (fase primordia/bunting).
Aplikasikan pagi saat embun telah kering.

4. Tepat Tempat

Di Zona Perakaran

Tabur di larikan atau tugal berjarak 5–10 cm di samping batang tanaman. Jangan menaruh pupuk menempel langsung di batang utama karena dapat memicu luka bakar akar.

5. Tepat Cara

Tutup Kembali Tanah

Setelah ditugal atau dilarik, tutup pupuk dengan tanah. Pupuk Urea yang dibiarkan terbuka di atas tanah kering akan menguap ke udara hingga 30–40% dalam bentuk gas amonia.

Standar Dosis Sawah (Per Hektar)

Padi Sawah
  • Pupuk Organik / Kompos500 – 1.000 kg / ha
  • NPK Ponska / Majemuk (15-15-15)300 kg / ha
  • Urea (Nitrogen Tambahan)150 – 200 kg / ha
  • Volume Air Semprot Pestisida300 – 500 liter / ha

Standar Pekarangan & Urban Farming

Polybag & Pot
  • Formula Media Tanam1 : 1 : 1 (Tanah : Kompos : Sekam)
  • Kapur Dolomit (pH < 6.0)10 – 15 gram / polybag
  • Pupuk NPK 16-16-16 (Kocor)1 sdm / 5 liter air (200 ml/pot)
  • Interval Pemupukan SusulanSetiap 7 – 10 hari sekali
3

Aturan Agrometeorologi & Jendela Semprot BMKG

Penyemprotan pestisida dan pupuk daun wajib memperhatikan parameter cuaca terbuka BMKG agar tidak luntur atau terbawa angin.

Parameter CuacaKondisi Ideal SemprotKondisi Kritis / BahayaDampak & Tindakan Mitigasi
Kecepatan Angin (ws)3 – 12 km/jam> 20 km/jamAngin kencang menyebabkan drift (butiran kabut pestisida melayang ke lahan lain atau pemukiman). Tunda hingga angin reda.
Prakiraan HujanCerah / Cerah BerawanHujan / Mendung PekatBahan aktif memerlukan waktu pengeringan (rain-fastness) 3–4 jam agar melekat. Hujan seketika mencuci seluruh larutan ke tanah.
Suhu Udara (t)22°C – 28°C> 33°C (Siang Terik)Pada suhu tinggi, butiran semprot menguap sebelum meresap stomata dan memicu fitotoksisitas (ujung daun terbakar gosong).
Kelembaban Udara (hu)60% – 80%> 85% (Sangat Lembap)Kelembaban tinggi memicu sporulasi jamur patogen pesat. Gunakan fungisida preventif dan kurangi kebasahan tajuk.

Jam Emas Penyemprotan (Golden Window)

Pagi Hari: 06.30 – 09.00 WIB (saat embun pagi sudah menguap dan stomata daun terbuka lebar untuk fotosintesis) atau Sore Hari: 16.00 – 17.30 WIB (saat terik matahari mereda dan angin mulai tenang). Jangan pernah menyemprot antara pukul 11.00 – 14.30 WIB.

4

4 Pilar Pengendalian Hama & Penyakit Terpadu (PHT)

Pedoman Pengelolaan Hama Terpadu resmi Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Kementan RI.

1

Budidaya Tanaman Sehat

Gunakan varietas tahan bersertifikat (contoh: Inpari 32, Ciherang). Terapkan sistem tanam jajar legowo (2:1 atau 4:1) untuk memperlancar sirkulasi udara mikro di sela tanaman sehingga kelembaban tajuk tidak terlalu pekat.

2

Pelestarian & Pemanfaatan Musuh Alami

Jaga populasi predator alami seperti laba-laba serigala, kumbang koksi, dan agens hayati Trichoderma serta Beauveria bassiana. Penyemprotan kimia membabi buta membunuh musuh alami dan memicu resistensi hama.

3

Pengamatan Lapangan Rutin (Mingguan)

Petani wajib mengamati sawah atau kebun minimal 1 kali seminggu pada 10 titik acak. Deteksi bercak daun sejak ukuran 1–2 mm memungkinkan isolasi fisik tanpa perlu membeli pestisida mahal.

4

Pestisida Kimia Sebagai Pilihan Terakhir

Dahulukan sanitasi daun sakit, pemangkasan ranting mati, dan pestisida nabati (mimba/bawang putih). Gunakan pestisida kimia sintetis HANYA jika intensitas serangan telah melampaui Ambang Kendali Ekonomi (>15–20% rumpun).

5

Matriks Pertolongan Cepat 13 Penyakit Teruji

Rujukan gejala fisik, tindakan 24 jam pertama, dan bahan aktif terdaftar Kementan RI.

padi

Hawar Daun Bakteri (Kresek)

Xanthomonas oryzae pv. oryzae

bahaya
Gejala Visual Lapangan:
  • Garis kebasahan memanjang dari ujung daun menuju pangkal di sepanjang tepi daun
  • Warna lesi berubah menjadi kuning jerami hingga putih keabu-abuan
  • Pada serangan fase anakan (kresek), seluruh rumpun dapat layu dan mati mengering

Tindakan Organik / Preventif: Gunakan agens hayati Corynebacterium atau Paenibacillus polymyxa, serta atur drainase sawah bergantian (intermittent irrigation).

Bahan Aktif Kimia: Bakterisida berbahan aktif Tembaga Oksiklorida (Copper Oxychloride) atau Oksitetrasiklin.

Dosis: 2–2,5 g / liter air semprotInterval: Setiap 5–7 hari sekali saat cuaca cerah (hindari penyemprotan menjelang hujan)
padi

Penyakit Blas Daun / Leher

Pyricularia oryzae (Magnaporthe grisea)

bahaya
Gejala Visual Lapangan:
  • Bercak belah ketupat (ujung runcing) dengan pusat kelabu keputihan dan tepi cokelat kemerahan
  • Bercak menyatu menyebabkan daun mengering seperti terbakar
  • Jika menyerang buku malai (blas leher), malai patah dan gabah hampa

Tindakan Organik / Preventif: Aplikasi ekstrak daun mimba atau Trichoderma harzianum sejak perendaman benih dan fase anakan.

Bahan Aktif Kimia: Fungisida sistemik berbahan aktif Trisiklazol, Tebukonazol, atau Isoprotiolan.

Dosis: 1,5–2 ml / liter air semprot (atau 1 g / liter bentuk serbuk)Interval: Interval 7 hari sekali saat terlihat gejala awal pada daun
padi

Bercak Cokelat Daun

Bipolaris oryzae (Helminthosporium oryzae)

waspada
Gejala Visual Lapangan:
  • Bercak oval atau bulat kecil berwarna cokelat tua bertepi kuning melingkar (halo)
  • Bercak tersebar merata di permukaan helai daun
  • Sering menjadi indikator tanah masam, kekurangan hara kalium, atau drainase buruk

Tindakan Organik / Preventif: Perbaiki kesuburan tanah dengan pupuk organik matang, kapur pertanian (dolomit), dan pupuk silika/kalium.

Bahan Aktif Kimia: Fungisida kontak Mankozeb atau Propineb.

Dosis: 2–3 g / liter air semprotInterval: 7–10 hari sekali pada tanaman yang terinfeksi
cabai

Daun Cabai Sehat

Capsicum annuum L.

sehat
Gejala Visual Lapangan:
  • Permukaan daun hijau segar, rata, dan tidak mengeriting
  • Tulang daun normal tanpa belang kuning klorosis
  • Tidak ada luka bercak basah atau koloni serangga pengisap di balik daun

Tindakan Organik / Preventif: Pertahankan jadwal penyiraman rutin pagi hari dan pemupukan susulan berkala sesuai fase tanam.

Bahan Aktif Kimia: Tidak diperlukan aplikasi pestisida kuratif.

Dosis: -Interval: Pemantauan rutin 2 kali seminggu
cabai

Keriting Daun (Virus Gemini / Begomovirus)

Chili Leaf Curl Virus (PepYLCV)

bahaya
Gejala Visual Lapangan:
  • Daun muda mengeriting ke atas atau ke bawah, mengecil, dan menebal kaku
  • Tulang daun menebal dan mengalami klorosis (menguning menyolok)
  • Pertumbuhan ruas buku memendek sehingga tanaman kerdil dan bunga gugur

Tindakan Organik / Preventif: Kendalikan serangga vektor (kutu kebul) menggunakan perangkap lekat kuning (yellow sticky trap) dan semprotan minyak nimba.

Bahan Aktif Kimia: Insektisida sistemik berbahan aktif Imidakloprid atau Asetamiprid untuk menekan populasi vektor kutu kebul.

Dosis: 0,5–1 ml / liter airInterval: Setiap 5–7 hari sekali terutama bagian bawah daun
cabai

Bercak Daun Cercospora

Cercospora capsici

waspada
Gejala Visual Lapangan:
  • Bercak bulat konsentris berwarna putih atau kelabu di bagian tengah dengan tepi cokelat gelap
  • Lama kelamaan pusat bercak dapat retak atau berlubang (mata katak)
  • Daun yang terserang menguning dan rontok sebelum waktunya

Tindakan Organik / Preventif: Semprot fungisida nabati rebusan daun sirih atau lengkuas, serta hindari menyiram daun di sore hari.

Bahan Aktif Kimia: Fungisida berbahan aktif Difenokonazol, Azoksistrobin, atau Mankozeb.

Dosis: 1–1,5 ml / liter air (atau 2 g / liter)Interval: Setiap 7 hari sekali, utamakan daun bagian bawah
cabai

Serangan Kutu Kebul (Whitefly)

Bemisia tabaci

waspada
Gejala Visual Lapangan:
  • Kutu putih kecil berterbangan saat tanaman digoyang
  • Koloni kutu putih dan nimfa menempel di permukaan bawah daun
  • Ekskresi embun madu memicu tumbuhnya jamur jelaga hitam di atas daun

Tindakan Organik / Preventif: Semprot larutan sabun kalium / sabun cuci piring lembut (2-3 tetes per liter) atau biourin kelinci terfermentasi.

Bahan Aktif Kimia: Insektisida berbahan aktif Abamektin atau Piriproksifen.

Dosis: 0,75–1 ml / liter airInterval: Setiap 4–5 hari sekali, semprot tepat mengarah ke balik daun
cabai

Klorosis Daun (Defisiensi Hara / pH Asam)

Nutritional Chlorosis

waspada
Gejala Visual Lapangan:
  • Seluruh helai daun memudar menguning secara merata atau di sela tulang daun
  • Tidak ada bercak nekrotik jamur maupun serangga hama terlihat
  • Pertumbuhan melambat karena kapasitas fotosintesis menurun

Tindakan Organik / Preventif: Kocor pupuk organik cair kaya asam amino dan taburkan 1 sendok makan kapur dolomit per wadah jika media terlalu asam.

Bahan Aktif Kimia: Pupuk daun makro-mikro lengkap (unsur N, Mg, Fe, Zn) lewat penyemprotan halus di pagi hari.

Dosis: 2 g / liter air semprotInterval: Satu kali seminggu sampai warna hijau daun pulih
tomat

Daun Tomat Sehat

Solanum lycopersicum L.

sehat
Gejala Visual Lapangan:
  • Daun mekar sempurna berwarna hijau gelap dengan bulu-bulu halus trikoma utuh
  • Tangkai daun kokoh tanpa bercak berlendir atau kering
  • Kuncup bunga berkembang aktif tanpa layu

Tindakan Organik / Preventif: Berikan penyiraman teratur pada media tanam (bukan daun) dan pupuk kalsium untuk mencegah busuk pantat buah.

Bahan Aktif Kimia: Tidak membutuhkan obat kuratif.

Dosis: -Interval: Pemantauan berkala
tomat

Bercak Kering (Early Blight)

Alternaria solani

waspada
Gejala Visual Lapangan:
  • Bercak cokelat tua berukuran sedang dengan pola lingkaran cincin konsentris seperti papan target sasaran
  • Biasanya dimulai dari daun-daun paling bawah yang dekat dengan tanah
  • Jaringan di sekitar bercak perlahan menguning dan gugur

Tindakan Organik / Preventif: Gunakan mulsa pada permukaan tanah pot untuk mencegah percikan tanah saat menyiram mengenai daun bawah.

Bahan Aktif Kimia: Fungisida berbahan aktif Mankozeb, Klorotalonil, atau Azoksistrobin.

Dosis: 2 g / liter air semprotInterval: 7–10 hari sekali di pagi hari setelah embun mengering
tomat

Busuk Daun & Batang (Late Blight)

Phytophthora infestans

bahaya
Gejala Visual Lapangan:
  • Bercak basah kehitaman tak beraturan seperti tersiram air mendidih
  • Pada kondisi lembap, terbentuk lapisan jamur putih keperakan tipis di bawah daun
  • Batang menghitam berlendir dan daun cepat membusuk rontok dalam hitungan hari

Tindakan Organik / Preventif: Lindungi tanaman dari hujan langsung jika ditanam di pekarangan (gunakan atap plastik UV sederhana).

Bahan Aktif Kimia: Fungisida sistemik berbahan aktif Dimetomorf, Simoksanil, atau Metalaksil.

Dosis: 1,5–2 g / liter airInterval: Segera semprot begitu gejala awal muncul, ulangi 4–5 hari sekali jika hujan terus berlanjut
tomat

Kapang Daun (Leaf Mold)

Passalora fulva (Cladosporium fulvum)

waspada
Gejala Visual Lapangan:
  • Bercak kuning pucat dengan batas tidak tegas di permukaan atas daun
  • Pada permukaan bawah daun tepat di bawah bercak terdapat lapisan spora beludru berwarna zaitun kehijauan hingga cokelat
  • Sering muncul saat kelembapan udara ruangan / pekarangan tinggi (>85%) dengan sirkulasi angin tertutup

Tindakan Organik / Preventif: Tingkatkan sirkulasi udara dengan memperjarang tanaman dan pangkas daun-daun yang terlalu rimbun.

Bahan Aktif Kimia: Fungisida berbahan aktif Tembaga Oksiklorida atau Kresoksim-metil.

Dosis: 1,5–2 g / liter airInterval: Setiap 7 hari sekali
tomat

Bercak Daun Septoria

Septoria lycopersici

waspada
Gejala Visual Lapangan:
  • Ratusan bintik kecil melingkar (diameter 2–3 mm) dengan tepi gelap dan bagian tengah kelabu terang
  • Di dalam tengah bintik terdapat titik hitam sangat kecil mirip ujung jarum (piknidia)
  • Menyebabkan daun tua menguning dan rontok massal, mengekspos buah pada sengatan matahari (sunscald)

Tindakan Organik / Preventif: Bersihkan sisa tanaman tomat musim sebelumnya dan berikan lapisan mulsa organik.

Bahan Aktif Kimia: Fungisida kontak Mankozeb atau Ziram.

Dosis: 2–2,5 g / liter air semprotInterval: Interval 7–10 hari saat cuaca lembap
6

Tanya Jawab Kendala Lapangan (FAQ Petani)

Pertanyaan yang sering dialami di persawahan, kebun pekarangan, dan kios pertanian.

Q:Apakah aplikasi tetap dapat mendiagnosis daun jika sinyal HP di sawah mati (offline)?

Ya. Model kecerdasan buatan TensorFlow.js diunduh dan disimpan langsung di memori browser peramban HP Anda saat pertama kali halaman deteksi dibuka. Proses inferensi citra daun diproses 100% lokal di perangkat tanpa memerlukan koneksi internet server GPU.

Q:Apakah foto daun yang saya ambil tersimpan ke server umum atau disebarluaskan?

Tidak. Seluruh foto hanya diolah di memori RAM peramban HP Anda. Data riwayat hanya tersimpan di memori lokal (Local Storage) perangkat pribadi Anda demi menjaga kedaulatan data petani.

Q:Bagaimana jika desa/kelurahan saya tidak tercantum dalam daftar BMKG?

Pilihlah kelurahan atau kecamatan tetangga terdekat yang memiliki kondisi agroklimat dan ketinggian mdpl serupa. Prakiraan cuaca regional tetap akurat untuk acuan parameter angin dan hujan.

Q:Apakah pupuk NPK Majemuk (Ponska) boleh dicampur langsung dengan Urea saat tabur?

Boleh, dengan syarat segera diaplikasikan dan ditutup tanah pada hari yang sama. Jangan menyimpan campuran NPK dan Urea yang telah dibuka di dalam karung semalaman karena akan mencair (higroskopis).

Q:Kapan saya harus segera menghubungi petugas PPL atau Balai Penyuluhan Pertanian (BPP)?

Segera hubungi PPL jika tingkat serangan bercak menyebar ke lebih dari 20% petak sawah dalam waktu kurang dari 3 hari, atau jika diagnosis AI menunjukkan keyakinan di bawah 65% dengan gejala daun layu mendadak.

Pusat Bantuan & Konsultasi Agronomi Lapangan

Hubungi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) terdekat di kecamatan Anda untuk verifikasi laboratorium spesimen hama tanaman.

Standar Kementan RIData Cuaca Terbuka BMKG